Berdamai Dengan Hati

Seperti judul yang kita baca di atas “berdamai dengan hati”. Suatu hari, tidak sengaja saya membaca status bbm (blackberry messenger) teman saya yang sama seperti judul tersebut.

Terkadang saya merenungi arti dari hal itu. Ya, berdamai dengan hati. Seringkali dalam kehidupan kita sehari-hari, kita jumpai masalah yang datang silih berganti menghampiri. Bahkan masalah-masalah tersebut membekas dalam hati kita, dan menimbulkan dendam. Apalagi jika masalah tersebut disebabkan oleh orang lain.

Sakit hati, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkannya. Apapun bentuk yang menyebabkan kita sakit hati, baik melalui pikiran, perkataan, maupun perbuatan orang lain.

“Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.” (Pengkhotbah 7:9)

Sebagai anak-anak Tuhan, itulah yang Tuhan pesankan kepada kita anak-anak-Nya, yaitu untuk tidak cepat marah, apalagi sampai marah itu kita simpan dalam hati.

Tuhan menghendaki kita agar hidup dalam roh, bukan dalam kedagingan. Perbuatan daging pun telah nyata (baca Galatia 5:19-21), dan amarah merupakan salah satunya.

Mungkin ini adalah suatu yang berat bagi kita, terutama ketika kita marah, marah itu membekas dalam hati. Lebih berbahaya lagi bila sakit hati itu kita lampiaskan dengan perkataan ataupun perbuatan yang tentunya dapat mengorbankan orang lain.

Saya ingin membagi pengalaman saya, suatu hari saya pernah merasakan sakit hati yang begitu mendalam, di mana ketika hasil kerja dan jerih payah saya yang saya kerjakan dalam suatu organisasi, ternyata hal tersebut tidak dihargai, malah ujung-ujungnya dipersalahkan oleh rekan saya. Kerja keras yang saya kerjakan, bahkan dikatakan oleh rekan saya bahwa saya tidak melakukan apa-apa.

Terbayang bahwa banyaknya pengorbanan dari segi tenaga, pikiran, uang, yang saya curahkan, ternyata tidak berarti apa-apa. Benar-benar suatu yang sangat berat saudara-saudara. Terlintas dalam pikiran saya untuk membalas apa yang telah diperbuatnya.

Untunglah Tuhan memberikan saya pengertian seperti yang terdapat dalam Ibrani 12:14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan.” Puji Tuhan, sakit hati yang membekas itu tidak berlarut-larut.

Oleh karena itu saudara-saudaraku yang terkasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, marilah kita, bila saat ini ada amarah atau pun sakit hati, agar membuangnya jauh-jauh. Tentunya melalui doa dan penyertaan Tuhan agar kita kuat dalam menghadapinya.

“Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu” (Mazmur 119:71)

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati. Amin

About rikoapriadi

Blogger is (soon) a politician, law master, and entrepreneur from Kalimantan. Instagram: riko.nandjan (current active social media). Favorite Life Quote: "Be strong and courageous, because you will lead these people to inherit the land I swore to their ancestors to give them. Be strong and very courageous. Be careful to obey all the law my servant Moses gave you; do not turn from it to the right or to the left, that you may be successful wherever you go." (Joshua 1:6-7). 3 motivations in life: 1. Jesus, as Lord and Savior; 2. Dayak Culture, as nature blood; 3. Family, first environment to grow up. 3 Favorite Concerns: 1. Serving Jesus and People; 2. Learning Law, Social, and Politics (different dimensions but related each other); 3. Sharpening Economic by Developing Business Legally.

Posted on March 24, 2011, in Christian Faith. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: