Campur Tangan Tuhan Yang Ajaib

Ini hanya sekedar kesaksian dari saya pribadi. Semoga juga melalui artikel-artikel saya setelah ini, terutama mengenai pengalaman hidup perjalanan rohani saya bisa dijadikan pembelajaran yang berharga bagi kita semua. Semoga melalui kesaksian ini, nama Tuhan semakin dipermuliakan di mana saja.

Berawal dari hidup saya sendiri. Saya merupakan anak dari keluarga Kristen. Sejak kecil saya merupakan Kristen, secara akte ataupun identitas tertulis. Saya mengucap syukur kepada Tuhan, karena atas berkat dan rahmat-Nya kepada saya hingga saat ini.

Saya bukanlah penjahat, di mana penjahat apabila dikategorikan dalam hukum di Indonesia merupakan subjek hukum yang melanggar ketentuan pidana mengenai kejahatan di dalam KUHP. Beruntung hingga saat ini belum pernah terjerat. Namun itu hanyalah dari segi dunia, jasmani saya. Saya memang kelihatan baik namun begitu banyak kejahatan yang saya lakukan, bukan secara jasmani, namun secara rohani. Tentunya hal ini sangat mendukakan hati-Nya yang sudah menyelamatkan saya di kayu salib.

Siapakah Dia? Dialah Tuhan Yesus.

Saya tahu Tuhan Yesus sejak saya kecil. Saya sering diajarkan oleh orang tua saya untuk berdoa, pergi ke gereja, ikut sekolah minggu anak-anak, membaca Alkitab atau cerita bergambarnya, dan lain sebagainya. Itu semua apabila saya ingat baik-baik merupakan anugerah yang luar biasa dari Tuhan kepada hidup saya. Tuhan sungguh luar biasa dalam hidup saya, campur tangan-Nya ajaib.

Namun, seringkali saya jatuh di dalam dosa. Pada saat saya menuliskan ini di blog, hati saya penuh dengan kedukaan dan rasa penyesalan yang teramat sangat, karena merasa begitu banyak hal kejahatan yang sudah saya lakukan di mata Tuhan hingga saat ini.

Pada suatu hari saya menonton film tentang Tuhan Yesus, saya sangat terharu sekali melihat kisah perjalanan hidup-Nya yang difilmkan, dan di akhir film itu ada doa mengenai penerimaan Tuhan Yesus untuk masuk ke dalam hati kita.

Saya semakin giat untuk mengenal Tuhan. Dan banyak hal hingga sekarang.

Dan di balik semua itu, saya pun sering sekali jatuh ke dalam dosa. Dan yang lebih parahnya, saya menyadari itu dosa namun tetap melakukannya. Padahal seringkali hati nurani saya berteriak namun saya abaikan. Saya benar-benar “menikmati” kejatuhan saya dalam dosa. Hingga benarlah bahwa upah dosa ialah maut. Dan pencobaan-pencobaan yang kita alami di dunia ini.

Puji Tuhan, kemarin sore saya menonton film Passion of The Christ, dan ada satu kalimat dari Tuhan Yesus sendiri yang intinya adalah Dia Gembala yang baik yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya, tidak ada yang dapat mengambil domba-domba itu selain dari pada Dia sendiri. Luar biasa, saya benar-benar diingatkan dan Tuhan berbicara kepada saya mengenai pergumulan saya selama ini, yaitu seringnya jatuh ke dalam dosa, bahkan dengan kesadaran sendiri melakukan dosa.

Diibaratkan seperti domba yang hilang, sang Gembala pun pasti mencari sebisa mungkin meskipun domba itu tersesat, Dan apabila domba itu ditemukan atau kembali, pastilah Sang Gembala senang. Sungguh luar biasa pencerahan dari Tuhan. Tuhan bekerja luar biasa dalam hidup saya, melalui cara-Nya yang ajaib.

Semoga awal dari tulisan saya ini bermanfaat. Dan semoga artikel yang saya share kan mengenai kerohanian bermanfaat ke depan. Saya merasa terpanggil oleh Tuhan, sebab Dia sudah menyelamatkan saya, dan sebagai rasa syukur, saya mau bekerja di ladang-Nya. Tuhan memberkati kita semua.

About rikoapriadi

Blogger is (soon) a politician, law master, and entrepreneur from Kalimantan. Instagram: riko.nandjan (current active social media). Favorite Life Quote: "Be strong and courageous, because you will lead these people to inherit the land I swore to their ancestors to give them. Be strong and very courageous. Be careful to obey all the law my servant Moses gave you; do not turn from it to the right or to the left, that you may be successful wherever you go." (Joshua 1:6-7). 3 motivations in life: 1. Jesus, as Lord and Savior; 2. Dayak Culture, as nature blood; 3. Family, first environment to grow up. 3 Favorite Concerns: 1. Serving Jesus and People; 2. Learning Law, Social, and Politics (different dimensions but related each other); 3. Sharpening Economic by Developing Business Legally.

Posted on September 5, 2012, in Christian Faith. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: