Hal Perbuatan Baik

Sebagai orang Kristen, saya sering bergumul tentang perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh kebanyakan orang yang saya lihat, termasuk saya sendiri. Nah apakah itu? Tentunya mengenai perbuatan-perbuatan yang kita lakukan selama hidup di dunia ini. Saya sering berpikir, manakah yang lebih dulu? Berbuat baik baru mendapat keselamatan dari Tuhan? Atau sebaliknya.

Saya sering merenungi tentang hal tersebut. Karena belajar dari pengalaman, saya sering melihat orang Kristen yang ibadahnya luar biasa selama di gereja namun perilakunya sehari-hari tidak mencerminkan hal itu. Dan contoh lainnya orang yang sering menuliskan status-statusnya di jejaring sosial dengan hal-hal rohani, namun dalam kenyataannya hidupnya suka membicarakan keburukkan orang lain. Hal-hal itu termasuk saya sendiri pernah, bahkan sering jatuh ke dalam perbuatan dosa tersebut.

Mengapa? Apa ada yang salah? Saya seringkali bingung, sampai saya mendapatkan pemahaman mengenai hal yang saya sebutkan di atas, mengenai berbuat baik dahulu atau sebaliknya? Berdasarkan pengalaman saya, saya dulu memiliki pemikiran bahwa saya percaya pada Yesus, maka saya selamat. Saya hidup seenaknya pun, asalkan setelahnya bertobat dan percaya kepada-Nya, semua pasti selesai urusan.

Wah-wah betapa jahatnya pemikiran saya dulu, bahkan firman-Nya saya persempit demi kepuasan hawa nafsu saya sendiri. Sadar tidak sadar, percaya tidak percaya, inilah yang sering saya alami, yang mengakibatkan saya sering jatuh ke dalam pencobaan akibat dosa-dosa yang saya perbuat secara sadar. Saya tidak tahu bagaimana orang Kristen lainnya. Apabila iya, maka segeralah mohon ampun kepada Tuhan.

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka keturunannya pun mewarisi hal tersebut. Dapat dibaca dalam Kejadian pasal 3.

Tuhan memperingatkan manusia mengenai dosa sejak awal, agar tetap waspada. Seperti pada Kejadian 4:5-7.

“4:5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
4:6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Dan bersyukurlah kita saat ini, yang sudah hidup di zaman perjanjian baru, yaitu bahwa oleh karena penebusan Yesus di kayu salib, kita ditebus dari dosa-dosa kita dan mendapat jaminan keselamatan.

Namun seperti yang sudah saya tulis di awal, seringkali kita mendukakan Yesus akibat dari perbuatan kita, dosa, akibat pengertian yang salah dan terkesan menyepelekan.

Berbuat baik dahulu baru diselamatkan atau sebaliknya? Secara iman Kristen, saya yakin bahwa karena sudah memperoleh keselamatan lah, maka karena keselamatan itu kita wajib untuk berbuah yang baik (perkataan, perbuatan, pikiran). Dan perbuatan baik itu ada sebagai ucapan terima kasih kepada Tuhan atas karunia penebusannya, dan juga sebagai cermin bahwa kita adalah pengikut Kristus.

14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

(Yohanes 14:12-15)

Dari ayat di atas, Yesus menekankan kepada orang yang percaya dan mengikut Dia. Dan perihal perbuatan baik itu jelas, karena Yesus sudah memberi teladan kepada kita lebih dahulu, melalui perjalanan hidupnya yang tiada bercacat cela, menolong sesama, bahkan berdoa bagi orang yang menganiaya Dia. Bukankah perbuatan baik termasuk di dalamnya? Silahkan jawab sendiri.

Jika kita percaya kepada-Nya (beriman) namun tidak ada realisasi melalui perbuatan kita, maka sama artinya kita tidak berbuah dalam Dia, kita tidak menuruti firman-Nya sendiri.

Sekian share dari saya, hanya karena berkat-Nya saja saya bisa menuliskan ini. Semoga memberi manfaat bagi kita semua.

About rikoapriadi

Blogger is (soon) a politician, law master, and entrepreneur from Kalimantan. Instagram: riko.nandjan (current active social media). Favorite Life Quote: "Be strong and courageous, because you will lead these people to inherit the land I swore to their ancestors to give them. Be strong and very courageous. Be careful to obey all the law my servant Moses gave you; do not turn from it to the right or to the left, that you may be successful wherever you go." (Joshua 1:6-7). 3 motivations in life: 1. Jesus, as Lord and Savior; 2. Dayak Culture, as nature blood; 3. Family, first environment to grow up. 3 Favorite Concerns: 1. Serving Jesus and People; 2. Learning Law, Social, and Politics (different dimensions but related each other); 3. Sharpening Economic by Developing Business Legally.

Posted on September 5, 2012, in Christian Faith. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: