Workshop 3: Creative Ways to Encourage Others; Kepemimpinan Yesus kepada 12 Murid-Nya

Connect Group Conference Gereja Mawar Sharon 2016 (CGC GMS 2016).

Theme: Igniting Dynamic Discipleship Culture

Saturday, 17 September 2016 (Day 2).

Oleh: Ps. Samuel Muji Santoso dan Ps. Lanny Tan (Gembala GMS Sidoarjo dan juga Gembala Regional Jawa Timur)

 

 

 

Yesus memilih murid-murid dari kalangan orang biasa, kurang terdidik, sangat biasa. Mereka berasal dari kalangan nelayan, tukang kayu, pemungut cukai, yang pada masa itu merupakan tingkat/golongan rendah berdasarkan pandangan orang Yahudi. Namun pada akhirnya mereka menjadi orang yang luar biasa. Contohnya adalah Petrus, seorang nelayan, kehidupannya biasa saja, kurang cerdas, kurang sabar, tetapi pada akhirnya menjadi orang yang luar biasa, bahkan menjadi santo pertama kali yang disebutkan dalam Katolik.

Bagaimana Yesus mengubah mereka? Apa rahasianya? Berikut ada beberapa poin yang dapat dijadikan contoh dari kepemimpinan Tuhan Yesus.

 

  1. Yesus melihat jauh ke depan.

Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).” (Yohanes 1:42).

Arti dari nama Petrus sendiri adalah batu karang, yang kokoh. Dan seperti disebutkan di awal, Petrus bahkan menjadi santo (orang kudus) pertama yang disebutkan. Mengapa Yesus melakukan hal demikian adalah karena Dia melihat jauh ke depan.

Pesan: “Apa yang kita lihat kepada murid-murid kita, itu juga yang akan terjadi pada mereka, begitu pun sebaliknya.”

 

  1. Yesus memuridkan secara khusus orang-orang yang sengaja dipilih.

Catatan: memuridkan berasal dari pilihan atas orang-orang tertentu, sedangkan menggembalakan berlaku secara umum.

Sebagai contoh, Yesus mengajarkan kepada banyak orang berupa perumpamaan (penggembalaan), sementara menjelaskan secara lebih khusus lagi perumpaan yang telah disampaikan kepada murid-murid-Nya (pemuridan).

Ada beberapa kali dikisahkan dalam Injil, bahwa Yesus sering mengajak 3 (tiga) orang yang Ia muridkan secara khusus, yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Dan dapat kita liha kehidupan akhir yang luar biasa dari ketiga orang tersebut:

– Petrus, sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

– Yakobus, rasul yang pertama kali mati dengan cara martir, namun ia tidak gentar sama sekali.

– Yohanes, rasul yang menerima penglihatan sebagaimana tertulis dalam Kitab Wahyu.

Pesan: “Muridkan orang-orang secara khusus, minimal dapat melakukan pekerjaan yang sama dan bahkan lebih besar dari yang telah kita kerjakan.”

 

  1. Yesus menginventasikan kehidupan bagi para murid-murid.

Yesus memiliki hati terhadap murid-murid-Nya, Ia selalu meluangkan waktu terbaik bagi mereka. Hal ini dapat kita lihat di dalam Injil, dimana Yesus banyak meluangkan waktu-Nya dengan murid-murid untuk lebih mengerti perihal perumpaan yang telah Ia sampaikan kepada orang banyak, serta saat perjamuan malam terakhir khusus kepada murid-murid-Nya.

Pesan: “Mulailah dari hal-hal yang kecil dengan memberikan hati kita pada orang lain secara khusus, karena begitu berartinya hidup orang lain untuk diselamatkan.”

 

  1. Yesus memberi kesempatan kepada para murid untuk melatihnya, mengoreksinya, dan untuk membangunnya.

Dalam Matius 17:16-20, terdapat contoh yang nyata terkait poin ini, yaitu saat Yesus memberi kesempatan murid-murid-Nya untuk mengusir roh jahat, tetapi mereka tidak mampu melakukannya. Yesus menegur (mengoreksi) mereka, lalu membangun mereka dengan contoh/keteladanan.

Pesan: “Beri kesempatan kepada murid untuk berkembang.”

 

  1. Yesus tidak pernah menyerah kepada Petrus.

Ini adalah contoh kesabaran yang luar biasa, serta bukti kasih yang tidak memandang waktu. Ada beberapa cerita yang dikisahkan dari Kitab Injil Matius sampai Yohanes yang menggambarkan hal tersebut.

Namun, sebagai contoh kali ini, dapat diambil beberapa ayat yang menceritakan ini dengan sangat baik, yaitu:

– Baca Markus 14:27, dimana Petrus menegaskan tidak akan menyangkal Yesus, tetapi pada akhirnya saat Yesus hendak disalibkan, Petrus menyangkal Yesus bahkan sebanyak 3 (tiga) kali.

– Baca Yohanes 21:15, dimana Yesus, sekalipun Petrus pernah menyangkal-Nya, tetap mempercayakan tugas penggembalaan kepada Petrus.

Pesan: “Tidak ada kata menyerah untuk mengasihi dan membimbing orang lain.”

About rikoapriadi

Blogger is (soon) a politician, law master, and entrepreneur from Kalimantan. Instagram: riko.nandjan (current active social media). Favorite Life Quote: "Be strong and courageous, because you will lead these people to inherit the land I swore to their ancestors to give them. Be strong and very courageous. Be careful to obey all the law my servant Moses gave you; do not turn from it to the right or to the left, that you may be successful wherever you go." (Joshua 1:6-7). 3 motivations in life: 1. Jesus, as Lord and Savior; 2. Dayak Culture, as nature blood; 3. Family, first environment to grow up. 3 Favorite Concerns: 1. Serving Jesus and People; 2. Learning Law, Social, and Politics (different dimensions but related each other); 3. Sharpening Economic by Developing Business Legally.

Posted on September 24, 2016, in Christian Faith. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: